RESENSI BUKU PERTAMA
Judul buku : Azwar anas teladan dari minang
Penulis :
Abrar yusra
Penerbit : Kompas
Cetakan : Agustus 2011
Tebal ; 213 halaman
PENULIS
Abrar Yusra (lahir di Agam, Sumatera Barat, 28 Maret 1943;
umur 71 tahun) adalah seorang wartawan dan penulis biografi Indonesia. Abrar
Yusra telah menulis banyak buku biografi para tokoh Indonesia, diantaranya
biografi Selo Soemardjan, Azwar Anas, Amir Hamzah, A.A. Navis serta biografi
Hoegeng yang dia tulis bersama Ramadhan K.H. dan biografi tokoh-tokoh Indonesia
lainnya.
Sebelum menjadi penulis biografi, Abrar dikenal sebagai
jurnalis. Ia pernah jadi managing editor selama 9 tahun di Harian Singgalang
yang terbit di Padang, Sumatera Barat. Dia juga pernah menjadi guru di sekolah
INS Kayutanam, Sumatera Barat, sebelum menjadi wartawan.
PENDAHULUAN
Buku azwar anas teladan dari minang ini bertujuan untuk
generasi muda minang supaya terlecut motivasinya sebagai generasi penerus
bangsa,meskipun harus membrontak sekalipun. Pada dasarnya buku ini memang
bertujuan untuk jangan sampai negri ini dikuasai oleh negara lain.
SINOPSIS
Tokoh senior nasional asal Minangkabau yang pernah
disebut-sebut sebagai ”pemimpin terakhir di Sumatera Barat”. Hal ini karena
karakter kepemimpinan yang amat lekat pada dirinya. Pemimpin adalah orang yang
mampu mengurus dan memimpin masyarakat karena kepedulian murni untuk memajukan
masyarakat. Dan, memang begitulah Azwar.
Bagi rakyat Sumatera Barat ia dikenang sebagai gubernur yang
berani ”melawan” Soeharto, antara lain karena berani membatasi peredaran kupon
lotre SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah). Sebagai Menko Kesra, ia tolak
semua bantuan yang berasal dari dana SDSB. Tapi, kenapa ia bisa tetap dekat
dengan Soeharto?
Di kalangan pencinta sepak bola Indonesia, Azwar dihormati
dan dicintai. Saat menjadi Ketua PSSI ia tak ragu memecat seorang wasit seumur
hidup gara-gara terbukti ikut membudayakan suap. Ia memilih mengundurkan diri
sebagai Ketua Umum PSSI gara-gara peristiwa skandal ”sepak bola gajah” di
Chiangmai, Thailand.
Sebagai anggota DPA (1998-2000) ia pun memilih mengundurkan
diri karena tak dapat mengikuti pola pikir dan kebijakan Presiden Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) yang kadang tiba-tiba berubah 180 derajat. Azwar bukan tipe
pemimpin yang hanya bisa menuntut, tapi pemimpin yang juga konsisten memberi
contoh mewujudkan nilai-nilai moral yang diyakini.
KELEBIHAN
1. Terdapat grafik yang memungkinkan pembaca dapat
mengetahui survei yang sudah didapat.
2. Penjelasannya sangat rinci.
3. Terdapat indeks kata kata yang sulit dimenegrti.
KEKURANGAN
1. Beberapa kata yang sulit dimengerti tidak terdapat pada
bagian indeks.
2. Bahasa yang digunakan sulit untuk dipahami.
RESENSI BUKU KEDUA
Judul
buku : Pribadi hebat
Penulis : Buya Hamka
Penerbit : Gema insani
Cetakan ; Januari 2015
Tebal Buku : 326
PENULIS
Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah bin Abdul Karim
Amrullah bin Syeikh Muhammad Amrullah bin Tuanku Abdullah Saleh bin Tuanku
Syeikh Pariaman atau lebih dikenal dengan julukan Hamka, yakni singkatan
namanya, (lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,
17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun)
adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, ahli filsafat, dan aktivis
politik.
Hamka lahir pada 17 Februari 1908 [Kalender Hijriyah: 13
Muharram 1362] di Minangkabau, Sumatera. Ia lahir sebagai anak pertama dari
tujuh orang bersaudara dan dibesarkan dalam keluarga yang taat melaksanakan
ajaran agama Islam. Ayahnya bernama Abdul Karim Amrullah, ulama pembaru Islam
di Minangkabau yang akrab dipanggil dengan sebutan Haji Rasul, sementara ibunya,
yakni Sitti Shafiyah, berasal dari keturunan seniman di Minangkabau. Adapun
ayah dari Abdul Karim, kakek Hamka, yakni Muhammad Amrullah dikenal sebagai
ulama pengikut Tarekat Naqsyabandiyah.
Sebelum mengenyam pendidikan di sekolah, Hamka tinggal bersama
neneknya di sebuah rumah di dekat Danau Maninjau. Ketika berusia enam tahun, ia
pindah bersama ayahnya ke Padang Panjang. Sebagaimana umumnya anak-anak
laki-laki di Minangkabau, sewaktu kecil ia belajar mengaji dan tidur di surau
yang berada di sekitar tempat ia tinggal, sebab anak laki-laki Minang memang
tak punya tempat di rumah.[1] Di surau, ia belajar mengaji dan silek, sementara
di luar itu, ia suka mendengarkan kaba, kisah-kisah yang dinyanyikan dengan
alat-alat musik tradisional Minangkabau.[2] Pergaulannya dengan tukang-tukang
kaba, memberikannya pengetahuan tentang seni bercerita dan mengolah kata-kata.
Kelak melalui novel-novelnya, Hamka sering mencomot kosakata dan
istilah-istilah Minangkabau. Seperti halnya sastrawan yang lahir di ranah Minang,
pantun dan petatah-petitih menjadi bumbu dalam karya-karyanya.
PENDAHULUAN
Buku yang berjudul pribadi hebat ini menjelaskan tentang
bagaimana menjaga sopan santun serta mengenali ilmu pengetahuan yang luas.
SINOPSIS
Bebanmu akan berat. Jiwamu harus kuat.Tetapi aku percaya
langkahmu akan jaya. Kuatkan pribadimu!” BUYA HAMKA
Dengan apa kita membuat orang menjadi tertarik? Dengan budi
yang tinggi, kesopanan, ilmu pengetahuan yang luas, kesanggupan menahan
hatipada perkara yang belum disepakati, dengan kecerdasan, kecepatan menarik
kesimpulan, kebagusan susunan kata, kepandaian menjaga perasaan orang, dan
kesanggupan menenggang. Kumpulan sifat dan kelebihan itu menimbulkan daya
tarik. Hal itu dapat dipelajari dengan pergaulan yang luas dan ada juga karena
diwarisi. Pendidikan ibu, bapak, sekolah, teman sejawat, dan lingkungan
masyarakat, semuanya itu adalah guru yang membentuk daya penarik. Kuatatau
lemahnya.
Sepenggal paragraf tersebut merupakan salah satu dari sekian
banyak halyang dijelaskan oleh seorang Buya Hamka agar pribadi hebat muncul
dalam diri kita. Ibarat membangun sebuah bangunan, salah satu bagian penting
adalah kualitas batu bata yang digunakan. Batu bata berkualitas bagus akan
membuatkuat bangunan yang didirikan. Begitulah satu per satu pribadi individu
sepertibatu bata. Pribadi yang kuat akan mampu menguatkan diri dan
memberikanpengaruh positif terhadap orang lain serta lingkungan sekitarnya, dan
lebihjauh lagi kepada agama, bangsa, dan negaranya.
Buya Hamka telah memberikan banyak sekali pelajaran tentang
caramenjadikan diri kita sebagai seorang pribadi yang kuat dan hebat.
Semuauntaian kata-kata bijak penuh hikmah dari seorang ayah, guru, dan ulama
besaryang dimiliki Indonesia tertuang jelas dalam Pribadi Hebat untuk kita
dapat menguatkan dan menghebatkan diri.Selamat Membaca. Selamat Menghebatkan
Pribadi Anda.
KELEBIHAN
1. Banyak pelajaran yang bisa di dapat
2. Setiap kata mempunyai makna yang sangat khas
KEKURANGAN
1. Beberapa kutipan sulit dimengerti
2. Uraian halaman kurang menarik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar